UNSUR
INTRINSIK NOVEL REMAJA
Unsur intrinsik novel adalah
unsur yang langsung membangun novel tersebut dan berada di dalam novel
tersebut.
Pengertian Novel
Novel adalah
karangan prosa yang panjang yang berisi rangkaian cerita tentang kehidupan
seseorang dengan orang sekelilingnya dengan menonjolkan sifat dan watak setiap
pelakunya.
Novel Remaja adalah
novel yang berisi tentang seluk-beluk kehidupan para remaja. Novel remaja biasa
disebut dengan teenlit atau teen literature (sastra
remaja). Novel ini biasanya memceritakan tentang percintaan remaja.
contohnya : novel Eiffel, I’m in love
dan Ada Apa dengan Cinta, dll. Namun, ada juga novel remaja yang tidak bertema
cinta, spt : Laskar Pelangi dan Tsunami.
Macam-macam unsur Intrinsik
1.
Tema
Tema
adalah topik cerita atau hal yang dibicarakan dalam
sebuah novel. Tema mendasari penulisan dalam sebuah novel. Tanpa tema sebuah
novel menjadi tidak terarah, penulisannya atau ceritanya melebar kemana-mana.
Dengan tema novel bisa dikendalikan topiknya.
2. Amanat
Amanat
adalah pesan yang terkandung dalam sebuah novel, atau
pelajaran yang dapat diambil dari cerita. Amanat dapat diambil dari kisahnya,
temanya dan perwatakan tokoh.
3. Tokoh
Tokoh
adalah gambaran seseorang yang ditampilkan dalam
suatu cerita. Tokoh merujuk pada seseorang, pelaku cerita.
4.
Penokohan
Penokohan adalah
cara pengarang menggambarkan karakter tokoh-tokoh dalam cerita. Sementara tokoh
adalah orang/pelaku yang berperan dalam cerita.
Macam-macam penokohan terdiri dari
:
a. Tokoh
Protagonis
Yaitu, tokoh
yang mendukung cerita. Biasanya ada satu atau dua figur tokoh protagonis utama
yang dibantu tokoh lain yang terlibat dalam cerita. Tokoh jenis ini biasanya
berwatak baik, dan menjadi idola pembaca/pendengar.
b. Tokoh
antagonis
Yaitu, tokoh
yang menjadi penentang cerita. Biasanya ada satu atau dua figur tokoh yang
menentang cerita. Tokoh jenis ini berwatak jahat dan dibenci oleh pembaca dan
pendengar.
c. Tokoh
tritagonis
Yaitu tokoh pembantu (penengah)
baik untuk tokoh protagonis maupun antagonis.
5.
Alur atau Plot
Alur adalah urutan kejadian yang
saling berhubungan. Peristiwa satu disebabkan atau menyebabkan peristiwa lain.
1. Alur
maju
Pada alur maju atau disebut juga dengan alur progresif, penulis menyajikan jalan ceritanya secara berurutan dimuali dari tahapan perkenalan ke tahapan penyelesaian secara urut dan tidak diacak.
Pada alur maju atau disebut juga dengan alur progresif, penulis menyajikan jalan ceritanya secara berurutan dimuali dari tahapan perkenalan ke tahapan penyelesaian secara urut dan tidak diacak.
2. Alur
mundur
Alur mundur adalah proses jalannya cerita secara tidak urut. Biasanya pengarang menyampaikan ceritanya dimulai dari konflik menuju penyelesaian, kemudian menceritakan kembali latar belakang timbulnya konflik tersebut. Contoh cerita menggunakan alur mundur.
Alur mundur adalah proses jalannya cerita secara tidak urut. Biasanya pengarang menyampaikan ceritanya dimulai dari konflik menuju penyelesaian, kemudian menceritakan kembali latar belakang timbulnya konflik tersebut. Contoh cerita menggunakan alur mundur.
3. Alur
campuran
Alur jenis ini adalah gabungan dari alur maju dan alur mundur. Penulis pada awalnya menyajikan ceritanya secara urut dan kemudian pada suatu waktu, penulis menceritakan kembali kisah masa lalu atau flash back. Cerita yang menggunakan alur ini cukup sulit untuk dipahami dan membutuhkan konsentrasi yang cukup tinggi.
Alur jenis ini adalah gabungan dari alur maju dan alur mundur. Penulis pada awalnya menyajikan ceritanya secara urut dan kemudian pada suatu waktu, penulis menceritakan kembali kisah masa lalu atau flash back. Cerita yang menggunakan alur ini cukup sulit untuk dipahami dan membutuhkan konsentrasi yang cukup tinggi.
6.
Latar
Latar merujuk
pada pengertian tempat, dan lingkungan sosial tempat terjadinya peristiwa-peristiwa
yang diceritakan. Latar memberikan pijakan cerita secara konkret dan jelas. Hal
ini untuk memberikan kesan realiatis kepada pembaca, dan menciptakan suasana
tertentu yang seolah-olah sungguh ada dan terjadi.
Latar atau setting
terdiri dari :
1. Waktu,
yaitu kapan peristiwa terjadi, bisa masa lalu, masa sekarang atau (prediksi)
masa depan.
2. Tempat
yaitu di mana peristiwa dalam cerita terjadi, misalnya di sekolah, di kantor,
dll.
3. Suasana
yaitu suasana atau situasi dan kondisi seperti apa yang melingkupi cerita dalam
novel tersebut, apakah semangat, sedih, gembira, bahagia, dll.
7.
Sudut pandang
Cara memposisikan diri pengarang terhadap hasil
karyanya.
Ada 2 macam sudut pandang yaitu:
a. Sudut
orang pertama (akuan) apabila pengarang ikut terlibat dalam cerita
tersebut. Pengarang ikut berperan
aktif.
b. sudut
porang ketiga (diaan) apabila pengarang berada di luar cerita. Cerita ini
biasanya menggunakan nama orang sebagai tokoh.
8.
Gaya Bahasa
Gaya
bahasa adalah diksi atau pilihan kata yang digunakan
pengarang dalam menulis sebuah novel. Gaya bahasa yang kebanyakan dipakai
adalah majas-maajas dan lain sebagainya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar