MENGGUNAKAN MEDIA PEMBELAJARAN STIK KELILING DALAM MATERI
MENEMUKAN NILAI-NILAI
DALAM CERPEN YANG DIBACA
A.
Pengertian
nilai dalam cerpen
Karya
sastra apa pun bentuknya, ditulis oleh, tentang, dan untuk manusia. Oleh karena
itu, karya sastra harus mengandung nilai-nilai, yaitu: sifat-sifat atau hal-hal
yang penting dan berguna bagi kemanusiaan . Nilai selalu di hargai dan di
pertahankan oleh seseorang /masyarakat. Nilai dapat berupa benda atau pun
konsep/prinsip hidup.
B.
Macam-macam
nilai dalam cerpen
Nilai yang terkandung dalam cerpen bermacam-macam, di
antaranya sebagai berikut.
a.
Nilai moral
Nilai yang berhubungan
dengan akhlak/budi pekerti/susila/baik buruk tingkah laku.
b.
Nilai social
Nilai yang berhubungan
dengan kemasyarakatan.
c.
Nilai religious/keagamaan
Nilai yang berhubungan
dengan tuntunan keagamaan.
d.
Nilai pendidikan
Nilai yang berhubungan dengan
perubahan tingkah laku dari buruk ke baik.
e.
Nilai kemanusiaan
Nilai yang berhubungan
dengan sifat-sifat manusia dengan manusia lain.
f.
Nilai budaya
Nilai yang berhubungan
dengan adat istiadat/kebiasaan dalam masyarakat.
g.
Nilai patriotic
Nilai yang berhubungan dengan jiwa kepahlawanan/perjuangan.
h.
Nilai etika
Nilai yang berhubungan
dengan sopan santun.
i.
Nilai estetika
Nilai yang berhubungan
dengan keindahan.
j.
Nilai ekonomi
Nilai yang berhubungan
dengan bidang perekonomian.
Nilai sangat berkaitan
dengan latar, karena latar merupakan tempat pengambilan nilai-nilai yang di
ungkapkan dalam cerita itu. Misalnya :melalui Novel siti nurbaya karya Marah
Rusli, Salah Asuhan karya Abdul Muis yang menceritakan peristiwa di minangkabau
pada tahun 20-an, kita dapat mengetahui nilai-nilainya, antara lain sebagai
berikut:
a.
Sikap angkuh/sombong
golongan bangsawan di sumatera yang mendapat tantangan dari golongan muda.
b.
Sikap golongan tua di
minangkabau terhadap pengaruh kebudayaan barat.
C.
Cara pengarang
menyampaikan nilai dalam cerita
Ada 2 cara pengarang
dalm menyampaikan nilai cerpen, yaitu:
1.
Secara tersurat : secara
langsung dan jelas, misalnya: Salah Asuhan oleh Abdul Muis.
2.
Secara tersirat :
secara samar-samar, misalnya: belenggu oleh Armyn Pane.
D. Kaitan cerpen dengan kehidupan sehari-hari
Cerpen bersumber pada
kehidupan sehari-hari pengarangnya atau orang lain. Kejadian/peristiwa yang
dilukiskan dalam cerita tersebut bisa sungguh-sungguh terjadi, bisa juga hanya
khayalan. Hal yang bisa dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari dari cerpen
adalah isi cerita, baik instrinsiknya maupun ekstrinsiknya. Untuk mengetahui
ada tidaknya kaitan antara cerpen dengan kehidupan sehari-hari, dapat di uji
dengan hal-hal berikut:
a.
Mungkin terjadi dalam kehidupan
sehari-hari.
b.
Bisa terjadi dalam
kehidupan sehari-hari.
c.
Biasa terjadi dalam
kehidupan sehari-hari.
d.
Logis terjadi dalam
kehidupan sehari-hari.
Apabila isi cerpen memenuhi hal
diatas, berarti cerpen tersebut berhubungan dengan kehidupan sehari-hari.
Cara Penggunaan Media
Stik Keliling
1. Siswa membagi kelompok, setiap
kelompok terdiri dari 5 siswa
2. Siswa duduk dengan kelompoknya,
dengan cara melingkar
3. Setelah kelompok sudah terbentuk dan
duduk ditempatnya masing-masing siswa menggambil stik keliling satu
persatu
4. Siswa sudah mendapatkan perintah yang terdapat pada stik keliling
tersebut.
5. Kemudian siswa mendapatkan copian cerpen masing-masing satu dengan
cerpen yang sama.
6. Guru membacakan cerpen tersebut dan siswa menyimak
7. Guru selesai membacakan cerpen, siswa mengerjakan perintah dari stik
keliling tersebut
8. Setelah selesai masing-masing dari kelompok mempresentasikan hasil
dari diskusi
9. Siswa saling memberi
masukan kekurangan hasil
penemuan nilai-nilai dalam cerpen
10.Kemudian guru membuat simpulan dari jawaban masing-masing kelompok.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar