Selasa, 21 Juni 2016

MENGGUNAKAN MEDIA PEMBELAJARAN STIK KELILING DALAM MATERI
MENEMUKAN NILAI-NILAI DALAM CERPEN YANG DIBACA




A.  Pengertian nilai dalam cerpen
Karya sastra apa pun bentuknya, ditulis oleh, tentang, dan untuk manusia. Oleh karena itu, karya sastra harus mengandung nilai-nilai, yaitu: sifat-sifat atau hal-hal yang penting dan berguna bagi kemanusiaan . Nilai selalu di hargai dan di pertahankan oleh  seseorang /masyarakat. Nilai dapat berupa benda atau pun konsep/prinsip hidup.

B.  Macam-macam nilai dalam cerpen
Nilai yang terkandung dalam cerpen bermacam-macam, di antaranya sebagai berikut.
a.       Nilai moral
Nilai yang berhubungan dengan akhlak/budi pekerti/susila/baik buruk tingkah laku.
b.      Nilai social
Nilai yang berhubungan dengan kemasyarakatan.
c.       Nilai religious/keagamaan
Nilai yang berhubungan dengan tuntunan keagamaan.
d.      Nilai pendidikan
Nilai yang berhubungan dengan perubahan tingkah laku dari buruk ke baik.
e.       Nilai kemanusiaan
Nilai yang berhubungan dengan sifat-sifat manusia dengan manusia lain.
f.       Nilai budaya
Nilai yang berhubungan dengan adat istiadat/kebiasaan dalam masyarakat.
g.      Nilai patriotic
Nilai yang berhubungan dengan jiwa kepahlawanan/perjuangan.
h.      Nilai etika
Nilai yang berhubungan dengan sopan santun.
i.        Nilai estetika
Nilai yang berhubungan dengan keindahan.
j.        Nilai ekonomi
Nilai yang berhubungan dengan bidang perekonomian.

Nilai sangat berkaitan dengan latar, karena latar merupakan tempat pengambilan nilai-nilai yang di ungkapkan dalam cerita itu. Misalnya :melalui Novel siti nurbaya karya Marah Rusli, Salah Asuhan karya Abdul Muis yang menceritakan peristiwa di minangkabau pada tahun 20-an, kita dapat mengetahui nilai-nilainya, antara lain sebagai berikut:
a.       Sikap angkuh/sombong golongan bangsawan di sumatera yang mendapat tantangan dari golongan muda.
b.      Sikap golongan tua di minangkabau terhadap pengaruh kebudayaan barat.

C.  Cara pengarang menyampaikan nilai dalam cerita
Ada 2 cara pengarang dalm menyampaikan nilai cerpen, yaitu:
1.    Secara tersurat : secara langsung dan jelas, misalnya: Salah Asuhan oleh Abdul Muis.
2.    Secara tersirat  : secara samar-samar, misalnya: belenggu oleh Armyn Pane.


D. Kaitan cerpen dengan kehidupan sehari-hari

Cerpen bersumber pada kehidupan sehari-hari pengarangnya atau orang lain. Kejadian/peristiwa yang dilukiskan dalam cerita tersebut bisa sungguh-sungguh terjadi, bisa juga hanya khayalan. Hal yang bisa dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari dari cerpen adalah isi cerita, baik instrinsiknya maupun ekstrinsiknya. Untuk mengetahui ada tidaknya kaitan antara cerpen dengan kehidupan sehari-hari, dapat di uji dengan hal-hal berikut:
a.       Mungkin terjadi dalam kehidupan sehari-hari.
b.      Bisa terjadi dalam kehidupan sehari-hari.
c.       Biasa terjadi dalam kehidupan sehari-hari.
d.      Logis terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

Apabila isi cerpen memenuhi hal diatas, berarti cerpen tersebut berhubungan dengan kehidupan sehari-hari.


Cara Penggunaan Media Stik Keliling

1. Siswa membagi kelompok, setiap kelompok terdiri dari 5 siswa
2. Siswa duduk dengan kelompoknya, dengan cara melingkar
3. Setelah kelompok sudah terbentuk dan  duduk ditempatnya masing-masing siswa menggambil stik keliling satu persatu
4. Siswa sudah mendapatkan perintah yang terdapat pada stik keliling tersebut.
5. Kemudian siswa mendapatkan copian cerpen masing-masing satu dengan cerpen yang sama.
6. Guru membacakan cerpen tersebut dan siswa menyimak
7. Guru selesai membacakan cerpen, siswa mengerjakan perintah dari stik keliling tersebut
8. Setelah selesai masing-masing dari kelompok mempresentasikan hasil dari diskusi
9. Siswa saling memberi masukan kekurangan hasil penemuan nilai-nilai dalam cerpen
10.Kemudian guru membuat simpulan dari jawaban masing-masing kelompok.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar